Beranda Daerah Bengkulu Utara Anggaran Sudah Realisasi, Mobnas BPBD Bengkulu Utara Doble Cabin Tidak Kunjung Selesei...

Anggaran Sudah Realisasi, Mobnas BPBD Bengkulu Utara Doble Cabin Tidak Kunjung Selesei Service

70

Djitoe online, Bengkulu Utara – Anggaran Belanja Rutin/berkala kenderaan Dinas di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkulu Utara, diduga terjadi penyelewengan anggaran oleh oknum Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan (PPTK).

Awak media Djitoe.online, ketika konfirmasi dengan PPTK Revolinda di ruang kerjanya menyampaikan, pada awal tahun 2020 (Januari-Februari), mengakui kegiatan tersebut adalah tanggung jawabnya, seiring berjalannya waktu, jabatan tersebut dialihkan ke yang lain. Selama kegiatan tersebut di kelola olehnya, terserap anggaran dengan jumlah Rp. 11 jutaan, anggaran berikutnya tidak lagi menjadi tanggung jawabnya.

“Saya hanya menjabat pptk 2 bulan pak (januari-februari), anggaran yang saya kelola juga sebatas pembelian Ban mobil Kepala Badan, dan dua unit Aki mobnas, anggaran satelah itu laksanakan oleh pptk baru”, beber Linda.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan(PPTK) Anggaran Belanja Rutin Kenderaan berikutnya Samsul, mengatakan kepada awak media Djitoe.online di Ruang Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bengkulu Utara, anggaran pemeliharaan peralatan dan mesin yang menjadi tanggung jawabnya, sudah dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Ketika disinggung, terkait dengan anggaran tersebut sudah di realisasiakan keseluruhan, Samsul, menyampaikan benar adanya, hanya untuk pembayaran ke pihak penyedia (Bengkel), belum dilakukan, kemudian di pertanyakan, mengapa belum di realisasikan dengan anggaran sudah di cairkan keseluruhan, alasan dari PPTK pekerjaan tersebut belum selesai.

“Sayo sudah mengikuti ketentuan dari kegiatan yang saya kelola, anggaran sejumlah Rp.15 jutaan sudah saya tarik keseluruhan, mengenai belum dibayarnya ke pihak penyedia (Bengkel), service nya belum selesai, kalau nanti selesai saya akan bayar yang tersisa itu”, ujar Samsul.

Terpisah, berdasarkan data lapangan awak Djitoe.online, pihak Penyedia (bengkel) terkendala untuk melakukan service karena tidak bisa melakukan pembelian beberapa alat yang dibutuhkan oleh Mobil milik BPBD tersebut.

“Cakmano kami ndak service mobil ini, sementaro alat yang ndak dibeli katonyo belum ado duitnya,, jadi hanya sebatas inilah yang bisa kami kerjakan,” sampai pihak penyedia.(R***)