Beranda Daerah Bengkulu Utara Pembangunan Rabat Beton Diliput, Kepala Desa Kembang Manis Bambang Iskandar, Menghardik dan...

Pembangunan Rabat Beton Diliput, Kepala Desa Kembang Manis Bambang Iskandar, Menghardik dan Marahi Wartawan Online

91

Djitoe online, Bengkulu Utara – Kembali salah satu wartawan dari salah satu media online di Kabupaten Bengkulu Utara, menjadi sasaran kemarahan oknum Kepala Desa, usai melaksanakan peliputan atas kegiatan pembangunan Rabat Beton Jalan Usaha Tani (JUT) anggaran Dana Desa (DD) Tahun 2020.

Awak media Djitoe.online (Suhardi Lubis) pada Kamis (11/06/2020) melakukan liputan ke Desa Kembang Manis Kecamatan Air Padang Kabupaten Bengkulu Utara. Peliputan yang dilakukan oleh awak media Djitoe.online tersebut, atas dasar informasi dari beberapa warga secara lisan, atas pembangunan Rabat Beton Jalan Usaha Tani bersumber dari anggaran Dana Desa (DD) yang sedang dilaksanakan oleh Pemdes Desa Kembang Manis, yang dipimpin oleh Kepala Desa Bambang Iskandar.

Ketika itu, awak media Djitoe.online Suhardi Lubis tiba di lokasi pembangunan rabat beton jalan usaha tani Desa Kembang Manis, dari kejauhan Suhardi Lubis melihat sedang terjadi aktivitas para pekerja yang sedang sibuk halulalang, kemudian Suhardi Lubis melihat ada Kepala Desa Bambang Iskadar di lokasi, kemudian menghampirinya. Sedari tadi Suhardi Lubis tidak melihat Kepala Desa berada disana, beberapa gambar kegiatanpun di abadikan menggunakan kamera Handphone miliknya.

Usai mengambil beberapa gambar, kemudian Suhardi Lubis menemui Kepala Desa yang berada di lokasi tersebut, rencana hendak konfirmasi terkait Pembangunan Rabat Beton tersebut, namun yang di dapat oleh awak media Djitoe.online Suhardi Lubis, bukannya sambutan yang baik, malah Suhardi Lubis menerima cacian dari Kepala Desa Bambang Iskandar dengan nada bicara yang tinggi.

“Ada apa kamu kesini sembari menghardik Suhardi Lubis yang datang untuk mengkonfirmasi terkait kegiatan yang sedang dikerjakan oleh pemdes Kembang manis”, ucap Suhardi Lubis sembari menirukan ucapan Kepala Desa Kembang Manis.

Tidak hanya sebatas itu saja, merasa kehadirannya kurang mendapat respon baik, lalu Suhardi Lubis usai dari lokasi kegiatan pembangunan bersumber anggaran DD Tahun 2020 oleh pihak Pemdes Kembang Manis, kumudian menghampiri Kepala Desa Kembang Manis Kecamatan Air Padang Kabupaten Bengkulu Utara, Bambang Iskandar ke kediamananya.

Saat di kediaman Kepala Desa, Suhardi Lubis terlebih dahulu menyampaikan permohonan ma’af kalau kehadirannya di lokasi kegiatan tidak berkenan, dan membeberkan maksud kedatangannya untuk melakukan konfirmasi dan liputan pembangunan yang sedang dilakanakan pihak pemdes Kembang manis, namun apa yang di dapat oleh awak media Djitoe.online Sdr Suhardi Lubis, malah kembali oknum Kepala Desa Kembang Manis, Bambang Iskandar memaharahinya dengan ucapan yang lebih pedas dari di lokasi kegiatan

“Sebagai seorang wartawan dari media Djitoe.online yang menurut Suhardi Lubis legal dan resmi, dengan tidak mengurangi tupoksinya sebagia wartawan, ia kembali menemui kepala desa ke rumahnya, dan meminta ma’af kalau kehadirannya membuat tidak nyaman kepala desa, hanya saja yang didapat oleh wartawan ini, kembali kepala desa memarahinya dengan nada suara tinggi dan mengatakan sebagai kepala desa merasa tersinggung, masa orang sedang bekerja di foto, mereka itu capek, ucap kepala desa dengan nada suara yang sengaja ditinggikan”, terang Suhardi Lubis.

Kembali ke Peran dan Fungsinya jurnalis/wartawan, dalam Undang-Undang Pers tentang Jurnalis dijelaskan, pasal I, Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik yang meliputi, Mencari, Memperoleh, Memiliki, Menyimpan, Mengolah serta menyampaikan informasi dalam bentuk tulisan, gambar, suara, gambar & suara, dan data maupun garafik selanjutnya dalam bentuk lainya, dengan menggunakan media, Cetak, Elektronik, dan jenis lainnya dengan saluran yang tersedia.

Kemudian kembali merujuk pada pasal 18 Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999, disebutkan, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang menghambat atau menghalangi pelaksanaan, mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi, di pidana penjara lima (5) tahun dan didenda sebanyak Rp.500 juta.

Tertulis dengan jelas dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang pers, termasuk ketentuan umum, asas, fungsi, hak, kewajiban, dan peranan pers

Tidak ketinggalan pula didalamnya diatur, mengenai peran serta masyarakat dan ketentuan pidana, seperti halnya UU Pers Pasal 18 ayat (1), yang penjabarannya sebagai berikut :

Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).

“Atas dasar tersebut, awak media Djitoe.online Suahardi Lubis berencana akan membawa terkait dengan kegiatan peliputannya, kepihak berwajib dalam waktu dekat ini, mengingat apa yang di lakukan oleh oknum Kepala Desa Kembang Manis Kecamatan Air Padang Kabupaten Bengkulu Utara Bambang Iskandar tersebut, sudah bukan saja menyinggung secara pribadi tapi sudah dengan sengaja menghalangi kegiatan dari profresi sebagai jurnalis”. Pungkas Suhardi Lubis.(R***)